Hanya 36 Hari Wujudkan 20 Unit Rumah untuk Kaum Dhuafa ( TSP - 84 )

Wujud Syukur Organisasi Pemuda Shidiqiyyah Terhadap Peristiwa Besar Sumpah Pemuda 281028

36 hari, program pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) dilaksanakan. Ratusan peserta pelaksana pembangunan RLHS bekerja siang malam untuk menyelesaikan rumah yang akan dipersembahkan  dan menjadi hak para saudara dhuafa yang tersebar di kabupaten Jombang.  Progam yang digagas oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tersebut merupakan bentuk rasa syukur terhadap peristiwa besar Sumpah Pemuda yang lazim diperingati tiap tanggal 28 Oktober. Bangunan RLHS yang ditargetkan 36 hari selesai itu memang dikerjakan sendiri oleh anggota OPSHID didukung warga Shiddiqiyyah lainnya. Uniknya, seluruh peserta pelaksana pembangunan RLHS tersebut bekerja tanpa mendapat upah kerja, mereka secara ikhlas datang ke kabupaten Jombang dari daerah masing-masing di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, mereka juga mengumpulkan iuran dari DPD masing-masing sebagai sumber dana pembangunan RLHS ini. “Dana pembangunan RLHS  murni dari anggota OPSHID dan warga Shiddiqiyyah, tidak ada bantuan dari parpol manapun atau bahkan pemerintah.

Perwujudan Rasa Cinta Tanah Air Yang Didasari Keimanan Dan Kemanusiaan Para anggota OPSHID yang menjadi peserta Pembangunan RLHS harus rela bekerja full time tanpa dibayar. Spirit Keimanan dan Kemanusiaan dalam bingkai  Cinta Tanah Air inilah yang melatar belakangi ratusan anggota OPSHID se-Indonesia berbondong-bondong datang ke Jombang  dengan biaya sendiri khusus untuk menunaikan tugas mulya membangun Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS). Tentu bukan persoalan yang mudah, ada yang harus meninggalkan anak, istri dan keluarganya serta pekerjaan sehari-hari didaerah asal, namun untuk semua itu semua sudah diperhitungkan, masalah nafkah anak dan istri selama bertugas sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Meski tidak dibayar, para peserta pembangunan tidak berarti kemudian bekerja dengan asal-asalan, mereka terikat dengan peraturan-peraturan yang ketat dari panitia, misalnya : bekerja normal mulai jam 07.00 s.d 16.30 WIB, keharusan bekerja sesuai ketentuan gambar, tidak boleh mengurangi kualitas bangunan, rela di bongkar jika dinilai salah oleh panitia pengawas bangunan, harus selesai sesuai target waktu yang ditentukan, dll.

Tepat selama 36 hari bangunan RLHS yang berjumlah 20 unit sudah dapat dinikmati oleh si pemilik rumah, berfasilitas tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi dan dapur, bersofa dan berkorden lengkap juga berkeramik full dan berplafon. Inilah wujud syukur yang nyata dari OPSHID dalam mensyukuri nikmat agung Sumpah Pemuda. Jangan dianggap remeh peristiwa besar SUMPAH PEMUDA 28 10 1928 dengan diperingati secara biasa biasa saja, karena peristiwa sumpah pemuda merupakan embrio dan momentum yang besar dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Yang mana pada saat ini masih banyak masyarakat yang lemah belum bisa merasakan sejatinya kemerdekaan Bangsa Indonesia, untuk itulah dengan dibangunkan-nya RLHS ini rakyat-rakyat lemah bisa merasakan nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia. Semoga OPSHID bisa semakin berkembang,berkualitas,jaya dan lestari. Menjadi pelopor gerakan pemuda untuk menjadi abdi kepercayaan masyarakat lemah yang sudah kenyang akan janji-janji pemerintahan yang semakin tidak ber-moral, demi tercapainya kemerdekaan Bangsa Indonesia yang hakiki dan terwujudnya Indonesia Raya.