Rumah Gratis Persembahan Bagi Fakir Miskin

  1. Pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah
  2. Program yang diaplikasikan sebagai perwujudan syukur Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa sebagai sumber dari lahirnya rasa persatuan Indonesia
  3. Benih-benih cikal bakal rasa persatuan menjadi gerakan bersama lintas suku dan agama yangkemudian bangkit dan melahirkan sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda
  4. Gerakan-gerakan lanjutan kemudian berdampak masif dan berujung pada tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia, 17-08-45. Ingat! Bukan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena NKRI tidak pernah dijajah
  5. Berkat Rohmat yang sangat wajib disyukuri sesadar-sadarnya. Syukur yang berdampak langsung pada perwujudan kemerdekaan, anti penjajahan
  6. Kepemilikan atas tempat tinggal yang memberi kenyamanan adalah salah satu hal mendasar untuk bisa mengoptimalkan kecerdasan kreatif dalam hidup
  7. Bagaimana mewujudkan rumah yang layak dihuni agar bisa menumbuhkan rasa kemerdekaan sehingga bisa berkreasi untuk mengembangkan hidup dan kehidupan?
  8. Hadirkan rumah sebagai fasilitas dasar untuk jalani kehidupan tanpa membebani kaum dhuafa pemilik rumah adalah suatu keharusan.
  9. Bukan memberikan stimulan untuk dilanjutkan oleh pemilik rumah, bukan pemugaran minimalis, melainkan menghadirkan rumah sebenar-benarnya rumah.
  10. Tidak bertanya “dana darimana”, tapi berani mendanai dengan sumber-sumber rejeki yang dimiliki, tidak bergantung pada donatur, tapi menjadikan diri sendiri sebagai donatur
  11. Tidak bertanya “siapa yang mengerjakan”, tapi menjadikan diri sendiri sebagai pihak yang siap ikut mengerjakan.
  12. Keinsyafan-keinsyafan tersebut adalah kekuatan untuk bisa mewujudkan rumah layak huni bagi kaum dhuafa' selayak-layaknya, senyaman-senyamannya,dan seikhlas-ikhlasnya
  13. Keinsyafan yang membuat diri kita rela untuk memberikan sebagian rizki, pemikiran, waktu, dan tenaga untuk terlibat langsung mewujudkannya
  14. Tidak ada pemikiran “rumahku sendiri saja layak dibangun”, karena itu adalah pemikiran yang memiskinkan, pemikiran yang terjajah, dan tidak berkembang
  15. Atas dasar keinsyafan-keinsyafan kesemuanya tersebut dengan dasar keinsyafan manunggalnya keimanan dan kemanusiaan, Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah dijalankan
  16. Keinsyafan-keinsyafan tersebut mengantarkan terbangunnya rumah layak huni Shiddiqiyyah yang dipersembahkan untuk kaum dhuafa